tangan di infus di rumah sakit
Tangan Di Infus di Rumah Sakit: Prosedur, Tujuan, Risiko, dan Perawatan
Mengapa Tangan Menjadi Pilihan Utama untuk Infus?
Tangan seringkali menjadi lokasi pilihan untuk pemasangan infus di rumah sakit karena beberapa alasan praktis dan fisiologis. Pembuluh darah di tangan, terutama di bagian punggung tangan dan lengan bawah, relatif mudah diakses dan terlihat. Ini memudahkan perawat atau dokter untuk melakukan venipuncture, yaitu proses memasukkan jarum infus ke dalam pembuluh darah. Selain itu, pembuluh darah di tangan cenderung lebih stabil dibandingkan dengan pembuluh darah di area lain, mengurangi risiko jarum infus bergeser atau keluar dari pembuluh darah.
Alasan lain adalah kenyamanan pasien. Meskipun sedikit tidak nyaman saat jarum dimasukkan, area tangan memungkinkan pasien untuk bergerak relatif bebas dibandingkan jika infus dipasang di kaki atau leher. Mobilitas tangan tidak terlalu terpengaruh, sehingga pasien tetap dapat melakukan aktivitas ringan seperti makan, membaca, atau menggunakan telepon genggam.
Dari sudut pandang medis, aliran darah di tangan cukup baik untuk memungkinkan cairan infus didistribusikan secara efektif ke seluruh tubuh. Pembuluh darah vena di tangan terhubung ke sistem vena yang lebih besar, yang mengalirkan darah kembali ke jantung. Ini memastikan bahwa obat-obatan atau cairan yang diberikan melalui infus cepat didistribusikan ke organ dan jaringan yang membutuhkan.
Prosedur Pemasangan Infus di Tangan: Langkah Demi Langkah
Pemasangan infus di tangan adalah prosedur medis yang relatif sederhana namun memerlukan keterampilan dan ketelitian. Berikut adalah langkah-langkah umum yang diikuti oleh tenaga medis:
-
Persiapan: Perawat atau dokter akan menjelaskan prosedur kepada pasien dan menjawab pertanyaan yang mungkin timbul. Mereka akan mengumpulkan semua peralatan yang diperlukan, termasuk kantong infus, selang infus, jarum infus (biasanya kateter IV), antiseptik, tourniquet, plester atau dressing, dan sarung tangan steril.
-
Pencarian Pembuluh Darah: Perawat akan memeriksa tangan pasien untuk mengidentifikasi pembuluh darah yang cocok. Mereka akan mencari pembuluh darah yang lurus, tidak bercabang, dan mudah terlihat atau teraba. Tourniquet akan dipasang di sekitar lengan atas untuk membuat pembuluh darah lebih menonjol.
-
Pembersihan Area Instalasi: Area kulit di sekitar pembuluh darah yang dipilih akan dibersihkan dengan antiseptik, seperti alkohol atau chlorhexidine. Ini bertujuan untuk membunuh bakteri dan mencegah infeksi.
-
Pungsi vena: Dengan menggunakan teknik steril, perawat akan menusukkan jarum infus ke dalam pembuluh darah yang dipilih. Mereka akan memastikan bahwa jarum masuk ke dalam pembuluh darah dengan benar sebelum mendorong kateter IV ke dalam pembuluh darah.
-
Pelepasan Tourniquet dan Pengamanan: Tourniquet akan dilepaskan setelah kateter IV berada di dalam pembuluh darah. Jarum infus kemudian akan ditarik keluar, meninggalkan kateter IV di tempatnya. Kateter IV akan disambungkan ke selang infus, dan plester atau dressing steril akan digunakan untuk mengamankan kateter ke kulit.
-
Pengecekan Aliran Infus: Setelah infus terpasang, perawat akan memeriksa aliran infus untuk memastikan bahwa cairan infus mengalir dengan lancar dan tidak ada tanda-tanda komplikasi, seperti pembengkakan atau nyeri.
Tujuan Pemberian Infus di Rumah Sakit
Pemberian infus di rumah sakit memiliki berbagai tujuan penting dalam perawatan pasien. Beberapa tujuan utama meliputi:
-
Rehidrasi: Menggantikan cairan tubuh yang hilang akibat dehidrasi, diare, muntah, atau perdarahan. Infus cairan elektrolit membantu memulihkan keseimbangan cairan dan elektrolit tubuh.
-
Pemberian Obat: Memberikan obat-obatan langsung ke dalam aliran darah, memungkinkan penyerapan yang cepat dan efektif. Ini sangat penting untuk obat-obatan yang tidak dapat diberikan secara oral atau yang membutuhkan efek segera.
-
Nutrisi Parenteral: Memberikan nutrisi langsung ke dalam aliran darah ketika pasien tidak dapat makan atau menyerap nutrisi melalui saluran pencernaan. Ini dapat mencakup glukosa, asam amino, lemak, vitamin, dan mineral.
-
Transfusi Darah: Memberikan transfusi darah untuk menggantikan darah yang hilang akibat perdarahan atau untuk mengobati anemia.
-
Pemberian Produk Darah: Memberikan produk darah lainnya, seperti trombosit atau plasma, untuk mengobati gangguan pembekuan darah atau kekurangan komponen darah tertentu.
-
Pemberian Kontras: Memberikan zat kontras sebelum pemeriksaan radiologi, seperti CT scan atau MRI, untuk meningkatkan visualisasi organ dan jaringan.
Risiko dan Komplikasi Pemasangan Infus
Meskipun pemasangan infus umumnya aman, ada beberapa risiko dan komplikasi yang mungkin terjadi, meskipun jarang. Beberapa risiko umum meliputi:
-
Infeksi: Infeksi di tempat pemasangan infus dapat terjadi jika prosedur tidak dilakukan dengan teknik steril.
-
Radang urat darah: Peradangan pada pembuluh darah vena, yang dapat menyebabkan nyeri, kemerahan, dan pembengkakan di sekitar tempat pemasangan infus.
-
Infiltrasi: Terjadinya ketika cairan infus bocor ke jaringan di sekitar pembuluh darah. Ini dapat menyebabkan pembengkakan, nyeri, dan rasa tidak nyaman.
-
Ekstravasasi: Terjadinya ketika obat-obatan yang bersifat iritan atau toksik bocor ke jaringan di sekitar pembuluh darah. Ini dapat menyebabkan kerusakan jaringan yang parah.
-
Emboli Udara: Terjadinya ketika udara masuk ke dalam aliran darah melalui selang infus. Ini adalah komplikasi yang serius dan dapat mengancam jiwa.
-
Trombosis Vena Dalam (DVT): Pembentukan gumpalan darah di dalam pembuluh darah vena, yang dapat terjadi jika infus dipasang dalam jangka waktu yang lama atau jika pasien memiliki faktor risiko DVT.
Perawatan dan Pemantauan Infus di Tangan
Perawatan dan pemantauan infus yang tepat sangat penting untuk mencegah komplikasi dan memastikan bahwa infus berfungsi dengan baik. Beberapa tindakan perawatan dan pemantauan meliputi:
-
Pemeriksaan Rutin: Perawat akan memeriksa tempat pemasangan infus secara rutin untuk mencari tanda-tanda infeksi, phlebitis, infiltrasi, atau ekstravasasi.
-
Pembersihan Area Instalasi: Area kulit di sekitar tempat pemasangan infus harus dibersihkan secara rutin dengan antiseptik.
-
Pergantian Dressing: Dressing steril yang menutupi tempat pemasangan infus harus diganti secara berkala untuk menjaga kebersihan dan mencegah infeksi.
-
Pemantauan Aliran Infus: Perawat akan memantau aliran infus untuk memastikan bahwa cairan infus mengalir dengan lancar dan sesuai dengan kecepatan yang ditentukan.
-
Pelaporan Keluhan: Pasien harus melaporkan setiap keluhan atau gejala yang tidak biasa kepada perawat, seperti nyeri, kemerahan, pembengkakan, atau rasa tidak nyaman di sekitar tempat pemasangan infus.
-
Hidrasi yang cukup: Pastikan pasien tetap terhidrasi dengan baik.
Dengan perawatan dan pemantauan yang tepat, risiko komplikasi terkait pemasangan infus dapat diminimalkan, dan pasien dapat menerima manfaat maksimal dari terapi infus.

